NELAYAN KAMPUNG JALAN BARU TEGALBULEUD GELAR SYUKURAN HUT KE-1, CETAK SEJARAH BARU DI PESISIR PANTAI

SUKABUMI – SJB
Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai kegiatan Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Nelayan Kampung Jalan Baru yang ke-1, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan yang digelar di kawasan pesisir Pantai Jalan Baru tersebut menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat, karena untuk pertama kalinya para nelayan mampu menyelenggarakan acara syukuran secara mandiri sebagai bentuk kekompakan dan rasa syukur atas keberkahan hasil laut.
Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat, tokoh lingkungan, para nelayan, serta unsur keamanan setempat. Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai acara, termasuk hiburan musik yang menambah semarak suasana.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para nelayan Kampung Jalan Baru yang telah berhasil menciptakan sejarah baru.
“Hari ini merupakan syukuran nelayan yang pertama kali diadakan di Jalan Baru. Saya merasa bangga kepada rekan-rekan nelayan karena kalian semua adalah pencetak sejarah di Pantai Jalan Baru, khususnya Desa Tegalbuleud,” ungkapnya dalam sambutan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan para nelayan selama menjalankan aktivitas melaut.
BACA JUGA :
Kabupaten Cianjur Siap Mensejahterakan Rakyat Melalui KDKMP
Para nelayan berharap melalui kegiatan tersebut, kebersamaan dan kekompakan antarwarga pesisir semakin kuat. Selain itu, acara ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu mengangkat potensi wisata pantai serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Kegiatan syukuran nelayan ini terselenggara berkat kerja sama panitia yang diketuai oleh Bapak Hemi dan didukung oleh Bapak H. Herlan atau yang akrab disapa H. Komeng selaku bendahara.
Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Kampung Jalan Baru Tegalbuleud menunjukkan bahwa tradisi, gotong royong, dan rasa syukur menjadi kekuatan utama dalam membangun wilayah pesisir.
**RUDI HERYAWAN
VIDEO SELNGKAPNYA :














