Realisasi APBDes Tahap 1 Desa Tegalbuleud Hanya untuk Insentif, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Belum Berjalan

SUKABUMI – SJB
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahap 1 Tahun Anggaran berjalan di Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, anggaran desa tahap pertama sebesar 40 persen tersebut seluruhnya dialokasikan untuk pembayaran insentif lembaga keagamaan dan kemasyarakatan desa.
Kepala Desa Tegalbuleud, Ramdan Arif Firmansyah, membenarkan bahwa dana tahap awal tersebut telah terserap untuk memenuhi kewajiban pembayaran insentif kepada sejumlah pihak yang selama ini mendukung pelayanan masyarakat desa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran tersebut digunakan untuk insentif guru ngaji, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Adapun besaran insentif yang diberikan di antaranya, kader PKK sebesar Rp50 ribu per bulan, sementara sebanyak 130 orang guru ngaji dan guru PAUD menerima insentif sebesar Rp150 ribu per bulan.
Selain itu, insentif bagi Ketua Rukun Tetangga (RT) juga menjadi bagian dari alokasi anggaran desa. Namun, pada pencairan tahap pertama ini pembayaran baru dapat dilakukan selama dua bulan, sedangkan kekurangannya direncanakan akan dibayarkan pada tahap berikutnya.
“Anggaran tahap satu digunakan untuk insentif guru ngaji, guru PAUD, Posyandu. Kalau untuk RT mungkin ke tahap dua, karena anggarannya belum cukup,” ujar Ramdan Arif Firmansyah saat dikonfirmasi awak media.
Dengan terserapnya anggaran tahap pertama untuk kebutuhan insentif, pemerintah desa mengakui belum dapat merealisasikan sejumlah program lain seperti pembangunan infrastruktur fisik, program ketahanan pangan, maupun Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).
NELAYAN KAMPUNG JALAN BARU TEGALBULEUD GELAR SYUKURAN HUT KE-1, CETAK SEJARAH BARU DI PESISIR PANTAI
“Tidak ada kegiatan yang lain, hanya insentif,” ungkap Ramdan saat ditanya mengenai program lain yang berjalan pada tahap pertama.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat berharap agar pengelolaan anggaran pada tahap selanjutnya dapat lebih memperhatikan kebutuhan pembangunan desa. Masyarakat berharap program yang menyentuh langsung kepentingan warga, seperti peningkatan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, serta bantuan sosial dapat segera direalisasikan.
Pengelolaan APBDes yang berimbang antara kebutuhan operasional dan pembangunan dinilai penting agar manfaat dana desa dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Desa Tegalbuleud.
**RUDI HERYAWAN














