Aldi Lesmana Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Intimidasi, Keluarga Bersiap Tempuh Jalur Hukum

GARUT — SJB
Kasus dugaan penganiayaan disertai dugaan pemalakan kembali mencuat di wilayah Kabupaten Garut. Seorang pemuda bernama Aldi Lesmana, yang diketahui merupakan anak yatim piatu, diduga menjadi korban kekerasan oleh rapa andika pratama bersama sejumlah rekannya.
Pihak keluarga korban menyatakan saat ini tengah mempersiapkan berbagai bukti untuk melaporkan dugaan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan kerabat korban, peristiwa bermula pada Kamis (11/6/2026) ketika Aldi diduga mengalami tindakan kekerasan fisik. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Malangbong.

Setelah mendapatkan penanganan medis, pihak keluarga sempat berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan. Namun, upaya mediasi tersebut tidak membuahkan hasil karena dinilai tidak menemukan kesepakatan.
Situasi kemudian kembali memanas. Pada malam hingga dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, pihak keluarga korban menduga rapa andika pratama bersama beberapa orang lainnya mendatangi kediaman Aldi.
Dalam kejadian tersebut, selain dugaan intimidasi, korban juga mengaku mendapatkan ancaman serta tekanan. Pihak keluarga menyebut korban yang dalam kondisi masih mengalami luka merasa terancam dengan adanya dugaan tindakan tersebut.
Kerabat korban mengatakan, Aldi yang merupakan anak yatim piatu saat ini tinggal sendiri sehingga keluarga dan masyarakat sekitar merasa perlu memberikan pendampingan serta memastikan persoalan ini diproses sesuai hukum.
“Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara hukum. Bukti-bukti sudah kami siapkan, termasuk keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis,” ujar pihak keluarga.
Rencananya, laporan akan segera dilayangkan ke Polres Garut maupun Polsek setempat dengan membawa sejumlah barang bukti, termasuk hasil visum dari RS Malangbong serta keterangan saksi-saksi.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat.
**JAJANG
video selengkapnya :














