BUMDes Rancabungur Jadi Percontohan Sukses Pengelolaan Usaha Ayam Kampung, Sumbang PADes Puluhan Juta Rupiah

BOGOR – SJB
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, berhasil menunjukkan kinerja positif melalui pengembangan unit usaha peternakan ayam kampung. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi salah satu contoh pengelolaan usaha desa yang mampu meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Konsep pengembangan usaha peternakan oleh BUMDes juga sejalan dengan berbagai inisiatif ketahanan pangan yang berkembang di sejumlah desa di Kabupaten Bogor. (RRI.co.id)
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Saepudin, S.IP., Pemerintah Desa Rancabungur pada tahun 2025 mengalokasikan penyertaan modal kepada BUMDes sebesar Rp396.000.000. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan bibit ayam kampung umur satu hari atau Day Old Chick (DOC), pemeliharaan hingga masa panen, serta proses pemasaran.
Dalam satu siklus pemeliharaan selama kurang lebih tiga bulan, BUMDes mampu membukukan laba bersih sekitar Rp10.000.000. Dengan empat kali siklus panen setiap tahun, unit usaha tersebut menghasilkan keuntungan sekitar Rp40.000.000 yang kemudian menjadi kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Kepala Desa Rancabungur, Saepudin, mengatakan prospek usaha ayam kampung masih sangat menjanjikan karena permintaan pasar terus mengalami peningkatan. Menurutnya, pasar utama saat ini berasal dari pelaku usaha kuliner dan restoran, baik di wilayah Rancabungur maupun daerah sekitarnya.
“Usaha ayam kampung DOC ini sangat menggiurkan. Peminatnya tinggi dan pesanan terus meningkat. Hal itu terbukti pada tahun 2026 ini, kami kembali mengalokasikan penyertaan modal dengan total kurang lebih Rp70.000.000. Untuk tahap pertama, sudah kami alokasikan sebesar Rp40.000.000 demi memenuhi tingginya permintaan pasar,” ujar Saepudin saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, tambahan penyertaan modal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sehingga BUMDes dapat memenuhi kebutuhan pasar yang terus bertambah sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan desa.
Keberhasilan BUMDes Rancabungur dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan usaha desa yang dilakukan secara profesional, didukung perencanaan usaha yang matang serta pemanfaatan potensi lokal, mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat desa.
BACA JUGA :
- Program P3-TGAI Pancuran Mutiara Disambut Baik Petani Desa Curug Bogor
- Seorang Lansia Tinggal Sendirian di Masjid Tak Terawat di Cariu Bogor
Selain membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan, pengembangan peternakan ayam kampung juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa yang produktif. (journal.ipb.ac.id)
**W.GUNAWAN














