Jembatan Gantung Mulai Dibangun, Perjuangan Pelajar Menyeberangi Waduk Saguling Segera Berakhir

BANDUNG BARAT – SJB
Kisah perjuangan para pelajar di kawasan Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi perairan menggunakan rakit bambu atau getek, sempat menjadi perhatian luas setelah videonya viral di media sosial.

Selama bertahun-tahun, siswa dari wilayah terpencil seperti Kampung Plosok, Kampung Sampora, Kecamatan Cililin, hingga Kampung Cipeundeuy, Desa Jati, Kecamatan Saguling, harus mengandalkan rakit bambu sebagai satu-satunya jalur tercepat menuju sekolah.

Salah satu pelajar yang mengalami kondisi tersebut adalah Nera Nurpuspita, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Saguling. Bersama rekannya, Sifa Nuralifa, siswi kelas XI, mereka rutin menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit bambu agar dapat tiba di sekolah tepat waktu.
Jika memilih jalur darat, perjalanan menuju sekolah harus memutar sejauh sekitar 12 hingga 17 kilometer melewati satu kecamatan dan dua desa. Sebaliknya, dengan menyeberangi waduk, waktu tempuh hanya sekitar 10 menit.
Namun, perjalanan singkat itu menyimpan risiko besar. Para pelajar harus menaiki rakit bambu sederhana dengan lebar kurang dari dua meter untuk menyeberangi perairan sepanjang kurang lebih 120 meter. Rakit tersebut dikemudikan oleh warga setempat yang akrab disapa Abah.
Para penumpang memberikan ongkos secara sukarela sesuai kemampuan. Bahkan, jika ada anak sekolah yang tidak membawa uang, mereka tetap diperbolehkan menyeberang tanpa dipungut biaya.
Meski penuh kepedulian, kondisi tersebut tetap membahayakan keselamatan, terutama saat permukaan air Waduk Saguling meningkat akibat hujan. Tidak jarang para pelajar juga harus menunggu cukup lama ketika rakit digunakan pemiliknya untuk mencari ikan, sehingga mereka terlambat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kondisi ini telah lama menjadi perhatian masyarakat dan pihak sekolah. Berbagai usulan pembangunan akses penyeberangan yang lebih aman telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah.
Setelah viral di media sosial dan mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk tokoh publik, aspirasi masyarakat akhirnya mulai mendapat tindak lanjut.
Kabar yang menggembirakan kini datang bagi warga sekitar. Pembangunan jembatan gantung Saguling telah mulai dilaksanakan, sehingga diharapkan dalam waktu mendatang para pelajar maupun masyarakat tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi Waduk Saguling.
Kakek Nera, Asep Saripudin, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan gantung akan sangat membantu aktivitas pendidikan, perekonomian, dan mobilitas masyarakat di sekitar Waduk Saguling.
VIDEO TERUPDATE :
Warga berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai rencana sehingga akses yang selama ini dinantikan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dengan hadirnya jembatan gantung, perjuangan anak-anak sekolah yang selama ini bertaruh nyawa di atas rakit bambu diharapkan segera menjadi bagian dari sejarah, berganti dengan akses pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi generasi penerus bangsa.
**REDIANA














