PEMUDA RSB DAN WARGA KAMPUNG SUKAWENING GOTONG ROYONG COR JALAN SECARA SWADAYA

CIANJUR – SJB
Puluhan warga Kampung Sukawening, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, bersama pemuda yang tergabung dalam Remaja Sukawening Bersatu (RSB) melaksanakan kegiatan pengecoran jalan utama lingkungan secara swadaya pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang digagas oleh warga dan RSB tersebut bertujuan memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya hanya berupa timbunan batu koral dan mengalami kerusakan cukup parah sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Sejak sore hingga malam hari, warga tampak antusias bergotong royong mengikuti seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari meratakan batu koral, pemadatan tanah dasar, pencampuran material, hingga proses pengecoran jalan. Kegiatan tersebut juga melibatkan tokoh masyarakat dan unsur pekerja yang turut memberikan dukungan penuh.

Ketua Remaja Sukawening Bersatu (RSB), Andri Setiawan, mengatakan bahwa semangat kebersamaan menjadi faktor utama terlaksananya pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, seluruh biaya pembelian material seperti semen, pasir, dan peralatan berasal dari sumbangan sukarela anggota serta masyarakat, sementara tenaga kerja dilakukan secara gotong royong tanpa upah.
“Kami percaya pembangunan tidak harus selalu menunggu bantuan dari luar. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, keterbatasan dana bisa diatasi. Meski pengecoran belum selesai seluruhnya hari ini, kami sudah menyusun jadwal lanjutan hingga pekerjaan tuntas,” ujar Andri.
Sebelumnya, jalan penghubung antarwilayah tersebut kerap dikeluhkan warga karena berlubang, tidak rata, dan licin saat musim hujan. Kondisi tersebut bahkan sering menyebabkan kerusakan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Salah seorang warga mengaku mengapresiasi inisiatif para pemuda yang telah mempelopori perbaikan jalan tersebut.
“Kami sangat senang melihat jalan ini mulai diperbaiki. Dulu jalan koral sering membuat kendaraan rusak dan berbahaya saat hujan. Kami siap kembali bergotong royong agar pekerjaan segera selesai,” katanya.
Hingga akhir kegiatan, proses pengecoran masih akan dilanjutkan pada waktu yang telah disepakati bersama. Setelah pekerjaan dihentikan sementara, panitia melakukan pengecekan hasil pengecoran dan memberikan arahan terkait perawatan pada bagian jalan yang telah selesai dicor.

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Melalui kegiatan ini, RSB dan tokoh masyarakat berharap akses transportasi warga semakin lancar, mendukung kegiatan pendidikan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat, sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama dalam menjaga fasilitas umum yang telah dibangun secara swadaya.
**Nacep














