Polres Cimahi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dukung Kesejahteraan Petani Melalui Panen Raya Jagung

CIMAHI – SJB
Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan Polres Cimahi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya para petani. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan Polres Cimahi dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 bersama kelompok tani binaan yang dilaksanakan pada Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan panen raya yang digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia itu merupakan bagian dari program nasional yang dipimpin langsung oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Program tersebut bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional, terutama komoditas jagung yang memiliki peran penting dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut hadir dan berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah, salah satunya di sektor pertanian. Melalui kegiatan panen raya jagung ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan para petani,” ujar AKBP Niko, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu fokus perhatian dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa mendatang. Oleh karena itu, Polres Cimahi terus berupaya mengembangkan lahan pertanian jagung sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kebutuhan pangan nasional.
AKBP Niko menjelaskan, Polres Cimahi menargetkan penanaman jagung seluas 1.326 hektare. Selain itu, terdapat target serapan hasil panen oleh Perum Bulog sebesar 420 ton, dengan standar kualitas yang harus memenuhi ketentuan Bulog, yakni kadar air di bawah 14 persen dan kadar antitoksin di bawah 50 ppb.
“Target Polres Cimahi dalam penanaman jagung mencapai 1.326 hektare, serta target serapan Bulog sebesar 420 ton dengan syarat kualitas sesuai standar Bulog, yaitu kadar air di bawah 14 persen dan antitoksin di bawah 50 ppb,” jelasnya.

Hingga saat ini, Polres Cimahi mencatat luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 38,54 hektare. Dari luasan tersebut, hasil panen yang telah berhasil diproduksi mencapai sekitar 35 ton jagung.
“Sampai saat ini, luas lahan yang sudah ditanami jagung mencapai 38,54 hektare, dan hasil panen yang berhasil diperoleh sebanyak 35 ton,” tambahnya.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, Polres Cimahi juga memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani binaan. Bantuan tersebut meliputi traktor bajak, pupuk NPK, serta bibit jagung unggul hibrida guna mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian masyarakat.
BACA JUGA :
Penguatan Peran BPD di Bandung Barat, ABPEDNAS Tekankan Sinergi dengan Pemerintah
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pertanian di tingkat daerah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani. Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani, diharapkan sektor pertanian dapat berkembang lebih optimal dan berkelanjutan.
“Dengan adanya dukungan lintas sektor, kami optimistis Polres Cimahi, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat, dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan nasional, terutama komoditas jagung,” pungkas AKBP Niko.
Melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 ini, sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung kesejahteraan petani di Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya.
**RIKI RONDO














