Sejarah Pasir Bandera di Desa Jati, Saksi Bisu Tragisnya Konflik Keamanan pada Era 1950-an

BANDUNG BARAT – SJB
Pasir Bandera, sebuah bukit yang berada di Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, menyimpan kisah sejarah yang hingga kini masih dikenang oleh masyarakat setempat. Berdasarkan penuturan para sesepuh desa, lokasi tersebut menjadi saksi peristiwa tragis yang terjadi sekitar tahun 1954, saat kondisi keamanan di Jawa Barat terganggu akibat konflik bersenjata yang melibatkan kelompok Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).
Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, pemerintah pada masa itu menempatkan satu regu anggota kepolisian di Pasir Bandera sebagai pos pengamanan. Letaknya yang berada di atas bukit dipilih agar petugas dapat memantau pergerakan di wilayah sekitar dan memberikan perlindungan kepada masyarakat Desa Jati dari berbagai ancaman keamanan.
Namun, pada suatu malam, pos penjagaan tersebut dikisahkan diserang dan dibakar oleh kelompok yang disebut-sebut sebagai anggota DI/TII. Dalam cerita masyarakat, sekitar 30 anggota polisi dilaporkan gugur akibat kebakaran yang melanda pos tersebut. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam serta trauma bagi warga yang menyaksikannya secara langsung.
Hingga kini, kisah tersebut masih hidup dalam ingatan masyarakat Desa Jati melalui cerita para sesepuh kepada generasi penerus. Meski demikian, informasi mengenai jumlah korban maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut sebagian besar bersumber dari cerita lisan masyarakat dan masih memerlukan kajian sejarah lebih lanjut melalui dokumen atau arsip resmi.
Selain ancaman serangan, masyarakat Desa Jati pada masa itu juga dikisahkan hidup dalam suasana penuh ketakutan. Warga disebut kerap mengalami gangguan keamanan, mulai dari perampasan hasil panen, ternak, hingga harta benda. Kondisi tersebut membuat keberadaan pos kepolisian di Pasir Bandera menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga keamanan wilayah.
BACA JUGA :
- Milangkala ke-96 Desa Rajamandala Kulon Dimeriahkan Jalan Sehat, Warga Tumpah Ruah Rayakan Hari Jadi Desa
- Daulat Sirait Maju Calon Anggota BPD Desa Cikampek Timur, Usung Semangat “Kawal Aspirasi Rakyat”
Secara geografis, Pasir Bandera berada sekitar 300 meter di sebelah timur Kantor Desa Jati. Bukit yang dalam bahasa Sunda disebut “pasir” itu memiliki ketinggian sekitar 752 meter di atas permukaan laut dan hingga kini masih menjadi salah satu lokasi yang dikenal masyarakat sebagai bagian dari sejarah Desa Jati.
Bagi warga setempat, Pasir Bandera bukan sekadar sebuah bukit, melainkan simbol perjuangan dan pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, keamanan, serta kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar sejarah kelam masa lalu menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang kembali.
**REDI














