Kondisi Gedung Sekolah di Karawang Memprihatinkan, Perawatan Terabaikan

Karawang-SJB
Kondisi fisik sebuah gedung sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, tepatnya di Jalan Karanganyar, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, menuai sorotan. Bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar tersebut dinilai memprihatinkan karena minim perawatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada 29 April 2026, sejumlah bagian bangunan tampak mengalami kerusakan cukup serius. Struktur atap terlihat rapuh, dengan kayu penyangga yang mulai lapuk dimakan usia. Selain itu, banyak genteng yang bergeser bahkan rusak, sehingga berpotensi menyebabkan kebocoran saat hujan turun.
Tak hanya itu, kondisi dinding dan tiang bangunan juga tampak kusam dengan cat yang mengelupas. Hal ini mengindikasikan bahwa gedung tersebut sudah lama tidak mendapatkan perbaikan maupun pengecatan ulang.
Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. “Sudah bertahun-tahun seperti ini. Pernah disampaikan ke pihak sekolah dan dinas, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujarnya.
Kekhawatiran juga disampaikan oleh para orang tua siswa. Mereka menilai kondisi bangunan yang rusak dapat membahayakan keselamatan anak-anak saat mengikuti kegiatan belajar. “Kalau hujan, air sering masuk ke kelas karena atap bocor. Kami khawatir kalau ada bagian bangunan yang tiba-tiba roboh,” kata salah satu orang tua siswa.
Ironisnya, saat tim jurnalis mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah maupun dinas terkait, tidak ada tanggapan yang jelas. Hingga tiga kali kunjungan dilakukan, pihak berwenang belum bersedia memberikan keterangan. Berbagai alasan disampaikan, mulai dari pejabat yang tidak berada di tempat hingga dalih bahwa data bersifat rahasia.
Padahal, anggaran perawatan fasilitas pendidikan seharusnya dialokasikan setiap tahun. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai penggunaan anggaran tersebut, mengingat tidak terlihat adanya perbaikan signifikan pada bangunan sekolah.
Ketua Forum Peduli Pendidikan Karawang, Ahmad Fauzi, menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian. Ia menegaskan bahwa sekolah sebagai tempat menuntut ilmu harus menjamin keamanan dan kenyamanan. “Mengabaikan perawatan fasilitas pendidikan sama saja dengan mempertaruhkan keselamatan generasi muda. Harus ada langkah cepat dan transparansi dari pihak terkait,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan inspeksi serta perbaikan menyeluruh demi menjamin keselamatan dan kenyamanan proses pendidikan.
**SALMAN FARIS














