
Pandeglang – SJB
Pembangunan jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di pedesaan.
Program yang digulirkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian, Ciliman (BBWSC3) Provinsi Banten tersebut mendapat perhatian dan pengawalan dari Badak Banten Perjuangan.
Salah satunya pelaksanaan kegiatan P3-TGAI oleh Kelompok P3A Tunas Jaya Geredug, Desa Geredug, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, dengan nilai anggaran sebesar Rp195 juta yang dikerjakan secara swakelola oleh kelompok P3A Tunas Jaya Geredug.
Ketua DPAC Badak Banten Perjuangan, Andi, melakukan investigasi langsung ke lokasi pembangunan irigasi tersebut. Ia memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai aturan serta menghasilkan pembangunan yang berkualitas.
“Kami turun ke lokasi pembangunan irigasi P3-TGAI kelompok P3A Tunas Jaya Geredug. Hasil pantauan kami, bangunan irigasinya sangat bagus dan material yang digunakan sudah sesuai RAB dan spesifikasi,” ujar Andi kepada media, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, Ketua Kelompok P3A Tunas Jaya Geredug, Asep, mengatakan pelaksanaan kegiatan dengan pagu anggaran Rp195 juta tersebut memiliki waktu pengerjaan selama 45 hari kalender, terhitung sejak 18 Juni 2026.
Menurutnya, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dengan berpedoman pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak-Juknis) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kami melaksanakan kegiatan ini sesuai ketentuan, Juklak-Juknis, dan berpedoman pada RAB agar hasil pembangunan dapat bermanfaat bagi para petani,” kata Asep.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok P3A Ciganapura Kolelet, Desa Kolelet, Kecamatan Picung. Ia menyebut pelaksanaan pembangunan irigasi di Daerah Irigasi Cipadung wilayah kerja P3A Ciganapura Kolelet juga dilakukan sesuai aturan.
“Pada 18 Juni kami melakukan kontrak kerja di BBWSC3 Serang. Pelaksanaan kegiatan P3-TGAI ini kami kerjakan secara swakelola sesuai juklak-juknis dan RAB,” jelasnya.
Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, meminta seluruh kelompok P3A sebagai pelaksana program agar tetap konsisten menjalankan pekerjaan sesuai aturan yang berlaku.
Ia menegaskan, pembangunan saluran irigasi harus dikerjakan sesuai spesifikasi agar hasilnya kuat, berkualitas, dan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang oleh masyarakat petani.
Apresiasi Kinerja, Kapolres Lebak Berikan Penghargaan kepada Dua Personel Berprestasi
“Kami dari Badak Banten Perjuangan mengawal kegiatan ini untuk memastikan kelompok P3A bekerja dengan baik. Hasil pembangunan harus berkualitas dan tidak asal-asalan,” tegas Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan program P3-TGAI agar berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian.
“Fokus bekerja, hasilkan pembangunan yang berkualitas. Mari bersama-sama mendukung program P3-TGAI ini agar manfaatnya bisa dirasakan para petani,” pungkasnya.
**NACEP














