
GARUT,-SJB
29 AGUSTUS 2026 – Kreativitas masyarakat Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, patut mendapat apresiasi. Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan, limbah yang sebelumnya kurang memiliki nilai guna kini berhasil diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu mendukung kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Inovasi tersebut turut dikembangkan bersama masyarakat melalui kegiatan yang digagas oleh Ketua Karang Taruna Desa Sukatani, Yadi Kurniawan. Salah satu produk yang saat ini diproduksi adalah tali majun, yang dipasarkan dengan nama toko Karya Mandiri.

Menariknya, produk tali majun hasil produksi masyarakat Desa Sukatani tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah Garut dan sekitarnya. Pesanan bahkan sudah datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali.
Kegiatan ini menjadi contoh bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai, ternyata dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai jual apabila dikelola dengan kreativitas dan ketekunan.
Selain membantu mengurangi limbah, usaha tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Kegiatan produksi diharapkan dapat terus berkembang sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
BACA JUGA :
- Razia Rokok Ilegal di Pasar Malangbong Garut, Sejumlah Rokok Berbagai Merek Disita
- Diduga Akan Diangkut, Material Bekas Bongkaran TK Pertiwi Cipatat Diturunkan Lagi Usai Didatangi Wartawan
Ketua Karang Taruna Desa Sukatani, Yadi Kurniawan, bersama masyarakat terus mendorong agar kreativitas pengolahan limbah ini dapat berkembang menjadi UMKM yang lebih mandiri dan memiliki pasar yang semakin luas.
Dengan adanya usaha Karya Mandiri, masyarakat Desa Sukatani membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.
Dari limbah menjadi berkah. Dari kreativitas masyarakat, lahir produk lokal yang mampu menembus pasar Jawa hingga Bali.
**IJAN SETIAWAN














