Camat Katapang Dorong Warga Peduli Lingkungan, Perkuat Koordinasi Program MBG

Bandung-SJB
Camat Katapang, Rahmat Hidayat, mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Rahmat Hidayat kepada SJB di ruang kerjanya pada Rabu (20/04/2026), usai memimpin rapat koordinasi bersama perangkat desa, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.
Menurut Rahmat, program MBG merupakan langkah positif pemerintah yang harus didukung bersama karena langsung menyentuh kebutuhan gizi anak-anak. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut tetap memperhatikan dampak lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah dan sisa makanan.
“Kita dukung penuh program MBG karena langsung menyentuh kebutuhan gizi anak-anak. Tapi di sisi lain, kita juga harus memastikan sampah, termasuk sisa makanan, tidak menjadi masalah baru. Butuh peran aktif warga dan pengelola SPPG untuk mengelolanya dari hulu,” paparnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan aturan dari Badan Gizi Nasional, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki fasilitas pemilahan sampah organik. Selain itu, hasil pengelolaan sampah tersebut juga harus dilaporkan kepada pemerintah daerah sebagai bentuk transparansi dan pengawasan.
BACA JUGA :
SDN Ciptaharja Tunjukkan Semangat dan Optimisme di Hari Ketiga PSAJ 2026
Harkitnas 2026: Pemdes Pasir Angin Ajak Masyarakat Optimalkan Potensi Desa Demi Kebangkitan Ekonomi
Di Kecamatan Katapang sendiri, saat ini telah beroperasi beberapa SPPG MBG, di antaranya SPPG Pangauban 1 dan SPPG Katapang Bandung. Rahmat meminta agar koordinasi antara pihak SPPG, pemerintah desa, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung semakin diperkuat agar limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun pakan ternak.
“Kalau koordinasinya berjalan baik, sampah organik dari program MBG bisa memiliki nilai ekonomi. Warga juga bisa mendapatkan manfaat tambahan dari hasil pengelolaan tersebut. Jangan sampai program bagus ini malah menimbulkan masalah lingkungan,” tegasnya.
**Rochim














