Tingkatkan Produktivitas Lahan, Poktan Guna Tani Realisasikan Pembangunan Sarana Irigasi Kementerian Pertanian TA 2026

( Photo Ketua Gapoktan : Juna Takur” )
TANJUNGSARI – SJB
Kelompok Tani (Poktan) Guna Tani mulai merealisasikan pembangunan sarana irigasi pertanian yang bersumber dari bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Desa Tanjungsari.
Pembangunan infrastruktur irigasi berlokasi di Kampung Cibarengkok RT 017 RW 02, Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari. Keberadaan sarana tersebut disambut baik oleh para petani karena dinilai akan membantu menjaga ketersediaan pasokan air bagi areal persawahan, terutama saat musim kemarau.
Ketua Poktan Guna Tani, Juna Takur, mengatakan bantuan dengan nilai Rp123.000.000 dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas penampung dan penyalur air sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan dari Kementerian Pertanian. Pembangunan ini meliputi bangunan utama dengan panjang sekitar 5 meter, bentang sayap kanan 28 meter, sayap kiri 26 meter, serta kedalaman teknis mencapai 2,22 meter. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar,” ujar Junaedi.
Menurutnya, bangunan tersebut dirancang agar mampu mengoptimalkan penampungan dan distribusi air ke lahan pertanian, sehingga kebutuhan air untuk tanaman dapat terpenuhi secara lebih merata sepanjang musim tanam.
- BACA JUGA :
- Sambut Program Irigasi Tersier, Kelompok Tani “Guna Tani” Apresiasi Bantuan Pemerintah
- Ananda Aprilia Anggraeni, Dai Cilik Berprestasi yang Menginspirasi Sejak Usia Dini
Dengan tersedianya sarana irigasi tersebut, Poktan Guna Tani berharap cakupan layanan air dapat menjangkau lebih banyak lahan pertanian di wilayah Cibarengkok dan sekitarnya. Hal itu diharapkan berdampak pada peningkatan hasil produksi pertanian serta kesejahteraan para petani.
Junaedi menambahkan, kelompok tani juga berkomitmen menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Fasilitas ini merupakan aset bersama. Kami akan merawatnya dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang dan mendukung kemandirian ekonomi para petani di Desa Tanjungsari,” pungkasnya.
**JUNAEDI














