Dugaan Pemblokiran Dana Sertifikasi, Sejumlah Nasabah Keluhkan Pelayanan di Beberapa Kantor Cabang Bank

TASIKMALAYA-SJB
Sejumlah nasabah dari kalangan guru mengeluhkan dugaan pemblokiran dana sertifikasi yang terjadi di beberapa kantor cabang pembantu (KCP) bank di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Keluhan tersebut mencuat setelah adanya pengakuan dari beberapa nasabah yang merasa dipersulit saat hendak mencairkan dana mereka.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari hasil transkrip rekaman audio, disebutkan bahwa terdapat sekitar 12 nasabah di wilayah Rajapolah yang mengalami kendala pencairan dana. Saat didatangi langsung oleh para guru, mereka diminta menandatangani dokumen dengan keterangan bahwa pencairan hanya dilakukan satu kali.

” Photo Dalam proses pendampingan “
“Yang 12 nasabah itu ketika diwawancara semuanya komplain, keberatan. Bahkan ada yang mengadu karena dana tersebut dibutuhkan untuk biaya kuliah anak dan keperluan lainnya,” ungkap sumber dalam rekaman tersebut.
BACA JUGA :
Dana BOS Dipertanyakan, Kondisi Sarana SMPN 3 Ciasem Subang Dinilai Memprihatinkan, Mendesak Diaudit
Akses Ruang Kades dan Sekdes Dibatasi, Warga Pertanyakan Transparansi Pelayanan Desa Rancahilir
Keluhan tidak hanya terjadi di Rajapolah, namun juga di beberapa wilayah lain seperti Ciawi dan Singaparna. Para nasabah mengaku mengalami kesulitan serupa sebelum akhirnya melaporkan persoalan tersebut ke pihak pusat.
Disebutkan, setelah adanya laporan langsung ke kantor pusat Bank BJB, sejumlah kasus mulai mendapatkan tindak lanjut. Beberapa nasabah bahkan mengaku bahwa dana mereka dapat segera dicairkan setelah adanya intervensi dari pihak pusat.
“Pada intinya langsung mengadu ke pusat. KCP Ciawi ditelepon oleh divisi pusat, Rajapolah juga sama, dan di Singaparna nasabah sempat dipersulit. Tapi setelah ditelepon pusat, hari Senin juga bisa langsung cair,” lanjut keterangan dalam rekaman.
Adapun nama-nama pimpinan cabang yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Kepala Cabang Pembantu Ciawi berinisial Eka, pimpinan di Rajapolah berinisial Ibu Ane, serta pimpinan cabang Singaparna berinisial Kemal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Bank BJB terkait dugaan pemblokiran dana sertifikasi tersebut. Masyarakat berharap adanya klarifikasi serta evaluasi internal guna memastikan pelayanan perbankan berjalan sesuai prosedur dan tidak merugikan nasabah.
Kasus ini pun menjadi perhatian karena menyangkut hak para guru sebagai penerima dana sertifikasi yang seharusnya dapat diakses tanpa hambatan, terlebih untuk kebutuhan mendesak seperti pendidikan dan kebutuhan keluarga.
**JAJANG
Beikut Video Investigasi Selengkapnya :














