Penjualan di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Menurun, Pedagang Minta Pengelola Bertindak

Tasikmalaya-SJB
Aktivitas penjualan di Pasar Cikurubuk saat ini mengalami penurunan signifikan. Para pedagang menyebut kondisi tersebut dipicu oleh maraknya penjualan kebutuhan sembako dan perlengkapan rumah tangga secara online, serta menjamurnya pedagang kaki lima di akses jalan menuju pasar.
Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi akses masuk pasar yang kini dipenuhi lapak pedagang kaki lima. Hal ini dinilai menghambat arus pengunjung yang hendak berbelanja ke dalam area pasar utama.
“Banyak pembeli jadi enggan masuk ke dalam karena aksesnya sempit dan padat. Akibatnya, kios di dalam pasar jadi sepi, bahkan ada yang sampai tutup,” ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Menurut para pedagang, keberadaan pedagang kaki lima di jalur masuk pasar tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung terhadap penurunan omzet mereka. Padahal, pedagang di dalam pasar telah memenuhi kewajiban membayar retribusi resmi kepada pengelola.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari pengelola pasar dan instansi terkait. Jangan sampai kami yang taat aturan justru dirugikan,” tambahnya.

Selain faktor penataan pedagang, perubahan pola belanja masyarakat yang beralih ke platform online juga menjadi tantangan tersendiri bagi pasar tradisional. Kondisi ini semakin memperparah menurunnya jumlah pengunjung ke pasar.
Para pedagang menduga adanya pembiaran dari oknum pengelola terhadap aktivitas pedagang kaki lima di area terlarang. Mereka pun meminta adanya penataan ulang serta penegakan aturan yang konsisten agar aktivitas jual beli di dalam pasar dapat kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola pasar terkait keluhan yang disampaikan para pedagang.
**RED














