Diduga Ada Perbedaan Kebijakan Penanganan Blokir Rekening, Nasabah Pertanyakan Konsistensi Layanan BJB

Tasikmalaya-SJB
Sejumlah nasabah mempertanyakan adanya dugaan perbedaan kebijakan dalam penanganan blokir rekening di lingkungan Bank BJB. Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa nasabah mengaku mendapatkan perlakuan berbeda meski masih berada dalam satu jaringan pelayanan yang sama.
Salah seorang nasabah menilai pelayanan dan rekomendasi yang diberikan pihak BJB Singaparna dinilai lebih maksimal dibandingkan penanganan di bagian lain yang disebut sebagai “Raja Polah”. Ia mempertanyakan alasan adanya perbedaan kebijakan tersebut, padahal masih berada dalam satu institusi perbankan yang sama.
“Yang jadi kejanggalan, banyak persoalan terkait blokiran rekening. Kalau Pak Eka, rekomendasinya bagus dan maksimal untuk nasabah. Karena masih satu bendera antara BJB Raja Pola dan BJB Singaparna. Jadi kenapa bisa berbeda?” ungkap salah seorang nasabah kepada SJB.

Nasabah juga menyinggung adanya dugaan miskomunikasi dalam penyelesaian nominal kewajiban pembayaran. Ia mencontohkan kasus yang dialami seorang nasabah bernama Bu Lely, di mana sebelumnya disebutkan jumlah pembayaran sebesar Rp3.700.000, namun kemudian muncul informasi nominal lain yang mencapai lebih dari Rp4 juta.
“Ada yang sebelumnya disebut Rp3,7 juta, tapi kemudian jadi lebih dari Rp4 juta. Ini yang membuat nasabah bingung,” ujarnya.
Selain itu, keluhan juga disampaikan terkait sulitnya komunikasi dengan pihak tertentu. Beberapa nasabah mengaku upaya menghubungi pihak terkait tidak mendapatkan respons, bahkan disebut seluruh permohonan ditolak tanpa penjelasan yang dianggap memadai.
“Ditelepon juga tidak bisa sama sekali. Semua ditolak. Itu yang membuat nasabah merasa aneh,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan perbedaan kebijakan penanganan blokir rekening tersebut. Nasabah berharap adanya transparansi dan kesamaan pelayanan agar tidak menimbulkan kebingungan maupun keresahan di tengah masyarakat.
**JAJANG














