Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026 Meriah, Angkat Seni Tradisi dan Gerakkan Ekonomi Warga

CIANJUR – SJB
Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Rahayat Raksa Raharja”, helaran budaya ini menghadirkan beragam kesenian dan tradisi khas Cianjur. Kegiatan diikuti perwakilan dari 32 kecamatan, 18 komunitas, organisasi perangkat daerah, serta BUMN dan BUMD.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya Kuda Kosong, Kereta Kencana jajaran Forkopimda, serta parade kendaraan hias yang menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan Cianjur Fest 2026 dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengangkat potensi seni, budaya, dan pariwisata Cianjur kepada masyarakat luas.
“Rangkaian kegiatan Cianjur Fest 2026 diawali Sabtu pagi mengambil rute awal di Jalan Perintis Kemerdekaan dan berakhir di Alun-Alun Cianjur,” ujar Yudha.
Rombongan karnaval bergerak dari kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, kemudian melintasi Jalan Prof. Moch. Yamin, Jalan KH Hasyim Ashari, Jalan Mangunsarkoro, Jalan A. Sucipta, hingga Jalan Siliwangi dan berakhir di kawasan Alun-Alun Cianjur.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan langsung helaran tersebut.
- SKU SJB | Surat LBH Cianjur Diterima Polres, Penanganan Perkara Agus Suhendar Masuk Babak Supervisi
- tAktivis LBH Cianjur Delonix Intan Regia Wafat, Dikenang Aktif Dampingi Masyarakat
Selain menjadi hiburan, kegiatan ini turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku usaha kecil yang berjualan di sepanjang jalur karnaval.
Yulia, 45 tahun, salah seorang pedagang di Jalan Siliwangi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai mampu mendatangkan banyak pengunjung.
“Pasti bakal banyak warga yang menonton. Kalau ada agenda pawai biasanya warga datang dari mana-mana. Saya nanti mau banyakin barang jualan. Mudah-mudahan laku sehingga bisa menambah penghasilan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Aziz, 36 tahun, warga Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah. Ia mengaku sengaja datang untuk menyaksikan berbagai kesenian khas Cianjur yang ditampilkan dalam helaran tersebut.
Menurut Aziz, salah satu atraksi yang paling dinantikan masyarakat adalah Kuda Kosong yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon dalam pawai budaya Cianjur.
“Salah satunya Kuda Kosong. Ini jadi ciri khas setiap ada pawai,” katanya.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan kegiatan budaya seperti Cianjur Fest tetap memiliki nilai penting bagi masyarakat, meskipun pemerintah daerah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran.
Menurutnya, momentum budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Penyelenggaraan momentum budaya tetap memiliki nilai penting karena dapat menjadi ruang hiburan sekaligus memperkuat identitas daerah serta perputaran ekonomi,” kata Wahyu.
Cianjur Fest 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Cianjur kepada masyarakat dari berbagai wilayah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada malam hari melalui Gema Syiar di kawasan Alun-Alun Cianjur dengan menghadirkan Ustaz Dennis Lim dan musisi religi Opick.
Dengan melibatkan pemerintah daerah, seluruh kecamatan, komunitas, pelaku seni, pelaku usaha, serta masyarakat, Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026 menjadi ruang bersama untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat Cianjur.














