Semarak CFD Pekan Keenam Tagog–Kiara Mandalawangi, UMKM Makin Bergeliat
.

BANDUNG BARAT – SJB.
Kegiatan Pasar Minggu Pagi atau Car Free Day (CFD) Tagog–Kiara, Desa Mandalawangi, Kabupaten Bandung Barat, kembali berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Memasuki pekan keenam sekaligus penghujung rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana CFD terlihat semakin meriah. Pengunjung tampak tumpah ruah memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berbelanja berbagai kebutuhan, mulai dari aneka kuliner dan jajanan, pakaian, sayuran, hingga beragam produk UMKM masyarakat setempat.
Kehadiran Pasar Minggu Pagi ini dinilai memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi. Sejumlah pedagang yang ditemui secara langsung mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terutama mereka yang telah mengikuti kegiatan sejak CFD pertama digelar.


Saat ditanya mengenai kendala atau keluhan selama kegiatan berlangsung, para pedagang secara umum menyampaikan belum menemukan persoalan berarti yang perlu mendapat perbaikan dari penyelenggara. Mereka justru berharap kegiatan dapat terus ditingkatkan agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Salah satu pedagang juga menyampaikan usulan agar para pedagang dapat lebih dilibatkan dalam berbagai kegiatan pendukung CFD, termasuk kegiatan senam bersama.
Sementara itu, Dang Dijey Pratama, selaku Koordinator Penataan Pedagang, menyampaikan bahwa perkembangan CFD Tagog–Kiara hingga pekan keenam berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif.
Menurutnya, kebersamaan antara pedagang, masyarakat, dan penyelenggara menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Bersama kita bisa, bersatu kita maju. UMKM Cipatat sejahtera,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sorotan Soal Persetujuan Kegiatan
Di tengah antusiasme masyarakat dan pedagang, muncul pula perhatian terkait administrasi dan persetujuan kegiatan Pasar Minggu Pagi Tagog–Kiara.
Upar Suparman, Kepala Desa Mandalawangi, disebut belum menandatangani dokumen persetujuan terkait kegiatan CFD atau Pasar Minggu Pagi tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena kegiatan telah memasuki pekan keenam.
Di sisi lain, sejumlah ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat disebut telah memberikan tanda tangan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Dukungan itu dinilai sebagai bentuk respons positif masyarakat terhadap keberadaan Pasar Minggu Pagi yang dianggap memberikan kemudahan bagi warga untuk berbelanja sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan.
BACA JUGA :
- KKN STAI NU Berbasis Fiqih Muamalah Gelar Seminar Pengembangan UMKM di Desa Ramasari
- Semarak HUT RI ke-81, SMK Perhotelan PHT Cianjur Gelar “PHT Sensational Merah Putih”
Perbedaan sikap tersebut kemudian menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan langsung dari Kepala Desa Mandalawangi mengenai alasan belum ditandatanganinya dokumen persetujuan tersebut.
Karena itu, diperlukan penjelasan dari pihak pemerintah desa maupun penyelenggara untuk memastikan bagaimana status administrasi kegiatan CFD Tagog–Kiara serta langkah yang akan ditempuh ke depannya.
Masyarakat berharap kegiatan yang telah berjalan dengan aman dan kondusif tersebut dapat memiliki kejelasan secara administrasi, sehingga aktivitas ekonomi warga dan pemberdayaan UMKM dapat terus berjalan dengan tertib.
**UPAR S














