SSC dan UPT Pertanian Wilayah IX Garut Bergerak Lawan Kekeringan 2026, Antisipasi Dampak Musim Kemarau

GARUT – SJB
Menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah pertanian, SSC bersama UPT Pertanian Wilayah IX Garut melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mengurangi risiko bencana akibat kekeringan.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, kelompok tani, serta para petugas lapangan untuk memetakan daerah yang berpotensi mengalami kekurangan air. Selain itu, dilakukan pemantauan kondisi jaringan irigasi, sumber mata air, dan saluran air agar dapat dimanfaatkan secara optimal selama musim kemarau berlangsung.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana di sektor pertanian. Para petani diberikan edukasi mengenai pengelolaan air secara efisien, pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi cuaca, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah mengurangi dampak kekeringan terhadap hasil produksi pertanian.
SSC dan UPT Pertanian Wilayah IX Garut juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga infrastruktur pengairan, tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak sumber air, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya kekeringan yang lebih luas.
Kepala Sekolah Sungai Cimanuk Garut Gencarkan Gerakan Jumat Bersih, Jumat Menanam, dan Peduli Lingkungan:
Bongkar Darurat Anak Putus Sekolah di Garut, Dorong Disdik Segera Ambil Langkah Nyata
Melalui sinergi antara pemerintah, petugas pertanian, dan masyarakat, diharapkan dampak musim kemarau tahun 2026 dapat diminimalkan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan masyarakat dapat dipertahankan. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadapi perubahan iklim dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di wilayah Kabupaten Garut.
**IJAN














