Dugaan Pelanggaran Spesifikasi Proyek Revitalisasi SMP Gunung Mulya Bogor Senilai Rp792 Juta, LSM Desak Aparat Penegak Hukum Turun Tangan

BOGOR, SUARA JABAR BANTEN
Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMP Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pekerjaan. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara senilai Rp792.913.000 tersebut diduga memiliki sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis dan petunjuk pelaksanaan program. Dugaan ini mencuat berdasarkan hasil investigasi tim awak media di lokasi.



Sejumlah aspek yang disoroti meliputi pemasangan keramik, penggunaan material atap, serta dimensi ruang kelas. Material atap yang disebut seharusnya menggunakan atap metal atau spandek diduga justru menggunakan bahan triplek atau tripblok yang dicat putih. Selain itu, penataan dan ukuran ruang kelas juga dipertanyakan karena dinilai perlu disesuaikan dengan standar yang berlaku. Namun, dugaan ketidaksesuaian tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan teknis dan dokumen perencanaan proyek.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Siliwangi Bersatu, W. Gunawan, didampingi Dalimunte, Sarjana Hukum, meminta Aparat Penegak Hukum segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia mendesak aparat kepolisian dan kejaksaan, termasuk unit tindak pidana korupsi, untuk memeriksa pihak-pihak terkait apabila ditemukan bukti penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Menurut W. Gunawan, dugaan perubahan material dan ketidaksesuaian spesifikasi perlu ditelusuri untuk memastikan kesesuaian penggunaan anggaran negara. Ia juga meminta Inspektorat, Dinas Pendidikan, pengawas, serta konsultan proyek melakukan evaluasi dan audit menyeluruh guna memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Program revitalisasi satuan pendidikan sendiri bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman. Oleh karena itu, transparansi pelaksanaan pekerjaan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Hingga berita ini disusun, dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Konfirmasi dari pihak sekolah, termasuk Kepala SMP Gunung Mulya, Siti Juhairiyah, serta pihak pelaksana dan instansi terkait, diperlukan agar persoalan ini dapat diketahui secara menyeluruh dan berimbang.
SUARA JABAR BANTEN akan terus memantau perkembangan persoalan ini dengan mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, dan praduga tak bersalah.
**WAWAN GUNAWAN













