Tugu Knalpot Ayam Pelung Resmi Diresmikan Kapolda Jawa Barat

CIANJUR — SJB
Tugu Knalpot Ayam Pelung yang berada di kawasan perkotaan Kabupaten Cianjur resmi diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Pipit Rismanto, Rabu, 16 September 2026.
Monumen unik tersebut berdiri setinggi hampir tiga meter dengan bentuk Ayam Pelung, salah satu ikon khas Kabupaten Cianjur. Yang menarik, struktur monumen tidak dibuat menggunakan material konvensional seperti semen atau perunggu, melainkan memanfaatkan 349 knalpot bising hasil penertiban kepolisian.
Angka 349 pada jumlah knalpot tersebut memiliki makna khusus, yakni disesuaikan dengan usia Kabupaten Cianjur yang pada tahun 2026 memasuki Hari Jadi ke-349.
BACA JUGA ;
- Pemdes Tegal Panjang Realisasikan TPT Bankeu Akselerasi 2026, Perkuat Infrastruktur dan Antisipasi Longsor
- AHLI WARIS ALM. OMA SYARIFUDIN ULTIMATUM PEMKAB BANDUNG BARAT: BONGKAR BANGUNAN SDN 2 KERTAMULYA DAN KEMBALIKAN TANAH 507 M² DALAM 14 HARI
Tugu tersebut dibangun di lokasi strategis, tepatnya di kawasan Simpang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, depan Hutan Kota atau Taman Kota Ramayana Cianjur. Lokasi ini menjadi salah satu kawasan yang dilalui masyarakat saat memasuki pusat Kota Cianjur.
Knalpot yang digunakan untuk membuat monumen merupakan bagian dari hasil operasi penertiban lalu lintas yang dilakukan Kepolisian Resor Cianjur sejak Maret 2026. Dari operasi tersebut, tercatat sebanyak 3.060 knalpot bising berhasil diamankan dari kendaraan yang ditindak.


Kapolda Jawa Barat menegaskan, pembangunan Tugu Knalpot Ayam Pelung bukan sekadar menghadirkan karya seni atau ikon baru bagi Cianjur. Monumen tersebut juga diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan para orang tua, mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
Pemanfaatan knalpot hasil penertiban menjadi sebuah karya juga menjadi pesan bahwa barang yang sebelumnya digunakan untuk menimbulkan kebisingan dapat dialihkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai edukasi dan simbolik bagi masyarakat.
Sementara itu, sisa knalpot hasil penertiban yang tidak digunakan untuk pembangunan monumen direncanakan akan dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keberadaan Tugu Knalpot Ayam Pelung kini menjadi salah satu penanda baru di kawasan perkotaan Cianjur, sekaligus membawa pesan tentang ketertiban berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial masyarakat.
**ANDI














